Allah + You = Enough

Allah + You = Enough

Friday, August 27, 2010

Sujud Sajadah atau sujud Tilawah

Tilawah artinya bacaan, dan Sujud Sajadah atau sujud Tilawah itu ialah perbuatan sujud apabila seseorang itu bertemu ayat sajadah dalam bacaan al-Qur’an sama ada di dalam solat ataupun di luar solat.
Daripada Abu Hurairah r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. telah bersabda:
Apabila anak Adam membaca ayat Sajdah, lalu dia sujud; maka syaitan jatuh sambil menangis. Katanya, “Celaka aku! Anak Adam disuruh sujud, maka dia sujud, lalu mendapat syurga. Aku disuruh sujud, tetapi aku menolak maka untukku neraka.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Hukum sujud sajadah adalah sunat mu’akad, atau sunat yang amat digalakkan.
Dari Umar r.a.: Pada suatu hari Jumaat, dia (Rasulullah) membaca surah al-Nahl di atas mimbar, maka ketika sampai pada ayat sajadah, dia lalu turun dan sujud. Dan para hadirin juga turut melakukan sujud. Pada hari Jumaat berikutnya, dibacanya surah berkenaan, lalu apabila sampai pada ayat sajdah dia berkata: “Wahai manusia, sebenarnya kita tidak diperintahkan (diwajibkan) sujud tilawah. Tetapi barangsiapa bersujud, dia telah melakukan yang benar. Dan barangsiapa yang tidak melakukannya, maka dia tidak mendapat dosa.” (HR Bukhari)
Ayat-ayat sujud sajadah ialah:
1. Surah 7 (Al-A’Raaf) Ayat 206
2. Surah 13 (Ar-Ra’d) Ayat 15
3. Surah 16 (Al-Nahl) Ayat 50
4. Surah 17 (Al-Isra’) Ayat 109
5. Surah 19 (Maryam) Ayat 58
6. Surah 22 (Al-Hajj) Ayat 18
7. Surah 22 (Al-Hajj) Ayat 77
8. Surah 25 (Al-Furqaan) Ayat 60
9. Surah 27 (An Naml) Ayat 26
10. Surah 32 (As-Sajdah) Ayat 15
11. Surah 38 (Shaad) Ayat 24
12. Surah 41 (Fushshilat) Ayat 38
13. Surah 53 (An-Najm) Ayat 62
14. Surah 84 (Al-Insyiqaq) Ayat 21
15. Surah 96 (Al-’Alaq) Ayat 19
Note: Perlu dinyatakan bahwa bacaan Surah 38 (Shaad) Ayat 24 menurut Syafi’iyah dan Hanbaliyah tidak termasuk ayat sajadah, tapi ayat yang disunatkan untuk sujud syukur (keterangan sujud syukur akan menyusul selanjutnya). Bacaan surah 22 (Al-Hajj) Ayat 77 pula menurut madzhab Syafi’iyah dan Hanbaliyah dimasukkan sebagai ayat sajadah.
Untuk mengenali ayat-ayat sajadah itu di dalam al-Qur’an, kebiasaannya pada ayat-ayat itu ada ditandakan garis atau simbol dengan tertulis perkataan sajadah.
Bacaan doa yang sunat dibaca ketika sujud ialah:




سجد وجهي للذي خلقه وشق سمعه وبصره بحوله وقوته



فتبارك الله أحسن الخالقين



Dibaca : “sajada wajhiya lillazii kholaqohuu wa syaqqa sam’ahuu wa basorahuu bihaulihii wa quwwatihii fatabaarokallahu ahsanul kholiqiin”
Artinya : “Aku bersujud dengan wajahku kepada Dzat yang telah merupakan dan menciptakannya, dan menciptakan pendengaran dan penglihatannya dengan kekuatan-Nya. Maha memberkati Allah, sebaik-baik Pencipta.”
Rukun sujud sajadah di luar solat ialah:
1. Niat
2. Takbiratul-ihram
3. Sujud
4. Salam.
Sedang di dalam sholat cukup mengikuti imam.

Diambil dari http://www.geocities.com/capitolhill/6163/solat.html#sajadah

Monday, August 16, 2010

Google 17 Agustusan

Assalamu'alaikum All ;D
Motivasi dulu aahhh...
Dirgahayu Republik Indonesia dan selamat menunaikan ibadah puasa. Di 17 agustus-an ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh bangsa indonesia, karena pada hari ini negara kita menyatakan kebebasannya dan menyatakan tidak pada penjahanan. Ada juga yang menunggu-nunggu hari ini, karena libur.... ;p he he.... tapi inti dari hari ini adalah semangat nasionalisme kita terhadap apa yang telah kita perjuangkan hingga saat ini. Banyak hal yang telah dikorbankan, banyak nyawa yang telah melayang hanya demi merebut kemerdekaan Indonesia dan demi kepentingan kita bersama. Oleh karena itu bersemangatlah dan menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara.

Hi all...
Skarang buanyak buanget yang ngerayain 17 Agustusan. bener kaga? Hampir smua produk mensponsori event dengan tema Kemerdekaan Indonesia. Mereka pade ngelakuin hal beginian biar tuh konsumer makin banyak aje.. dan menurut gue Google juga ngelakuin hal yang sama. Google mendesign logo Google yang dihiasi dengan warna merah putih getooh :)

Ternyata... kreatif juga tuh Google.. he he.......
Ne dya image nya Gan.., unik juga yua.....

Keren dan kreatif ;D
Wokeh Gan, ntuh dye... logonye..
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA......!!!!!!!!!!!!!

by. Anak UIR (Univesitas Islam Riau) *Gua nasionalisme banget ma Universitas gue ;)
ho ho....

Monday, August 9, 2010

Satu Sekeluarga Hobi Makan Ulat dan Serangga

Rembang - Sebuah keluarga di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Rembang, Jawa Tengah, mempunyai kebiasaan aneh. Mereka gemar menyantap ulat dan serangga. Tak hanya itu, mereka juga melahap binatang yang dianggap sebagian orang menjijikkan, seperti cicak, bekicot dan lalat. Saking terbiasanya, mereka bahkan tak jijik menyantap hewan-hewan itu dalam keadaan hidup. Keluarga itu adalah pasangan Ramlan (39) dan Sriyatun (35) serta empat orang anaknya. Saat ditemui Selasa (10/7/2007), Ramlan mengaku kebiasaannya itu berawal secara tidak sengaja saat dia masih melajang. Ketika sedang memotong pohon pisang tanpa sadar, mulutnya kemasukan ulat kepompong. "Saya kunyah rasanya kok kaya cendol, gak getir atau pahit," bebernya. Dia pun penasaran mencoba ulat tanah. Ternyata rasanya sama lezatnya dengan udang rebus. Lama kelamaan dia tak hanya keranjingan berburu ulat namun juga hewan lain seperti lalat, cicak dan serangga. Setelah menikah dan punya anak, kebiasaan itu ditiru istri dan keempat anaknya. Anehnya, sampai saat ini keluarga itu tak mengalami keluhan kesehatan. Justru jika tidak memakan ulat dalam sehari saja, keempat anaknya terlihat seperti kurang darah, tak terkecuali si bungsu yang bernama Galih Saputra (7 bulan). Biasanya, Ramlan berburu ulat selagi mencari rumput untuk ternaknya. Ulat kesukaan keluarganya adalah ulat yang tinggal di daun pisang. Ulat dalam keadaan hidup dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa pulang untuk dibagikan kepada istri dan anak-anaknya. Cara makan setiap anggota keluarga berlainan. Biasanya Ramlan meletakkan ulat dipermukaan lidah terlebih dulu dan dicampur air liur sebelum dikunyah. Selanjutnya baru ditelan. Sedangkan, istrinya langsung ditelan masuk perut. Karena kebiasaan aneh ini, tak mengherankan warga kampung menjuluki mereka sebagai keluarga pemakan ulat. Pernah, suatu hari rumah mereka kedatangan tamu dari Ponorogo Jawa Timur. Rupanya tamu itu sengaja ingin membuktikan kelebihan Ramlan. "Mereka ingin mengadu kesaktian, dipikirnya saya berani makan ulat karena punya daya linuwih," katanya terkekeh. (djo/djo) 

Your Comment (Facebook or Yahoo)