Allah + You = Enough

Allah + You = Enough

Sunday, July 10, 2016

Voluntary Activity at English Zone Pekanbaru

I joined English Zone in 2011. It was initiated when my friends asked me to take part in English Debate Competition at Islamic University of Riau. Since then I was really active involving in any activities held by English Zone. Things that I love was there are always many foreigners, so I can practice English with them. Beside it develop my speaking skill, it also trained my confidence to communicate in English.

In 2012, I was asked to teach English for beginner level students at English Zone where many people come to learn. As I knew, it was the first beginner level class held at English Zone. The materials were quite monotoneous at the first time because we have to teach student based on materials given.

This voluntary activity have trained me to better in teaching English. I was really nervous at the first time because I have to teach the level of college students. I was really sweaty at that time. It was sometime quite hard to control my edginess where many people were staring at me waiting for what I am going to do. As time is changing, I got used to it. Now I can do it easily using interesting topic that people are talking about. This situation reminded me of the friend of mine saying that the fastest way for you to learn is by teaching. It is proven right that by teaching, it makes us learn fast before we are going to deliver the subject to our friends or students.

I have been done many discussions and beginner level classes so far. Those experiences are things that increase and develop my skills in term of knowledge and confidence. Thank you for all of my friends who are being my experiment voluntarily. Thank you for all of foreigners who help us in English Zone. I cannot mention them one by one, but they are really helpful and friendly. They changed my view of who they are.







Tuesday, March 29, 2016

Asal mula nama iMac dan kampanye Think Different


Pernahkah Anda bertanya-tanya siapa yang memberikan nama iMac kepada komputer keluaran Apple tersebut? Atau siapa yang menciptakan kampanye Think Different yang populer di akhir tahun ‘90an? Tahukah Anda bahwa keduanya dicetuskan oleh orang yang sama? Apple memang telah lama menggunakan TBWA\Chiat\Day sebagai agensi pilihan Apple, namun selain dari Lee Clow yang merupakan pimpinan perusahaan, jarang ada nama yang mencuat dari agensi tersebut di luar dunia periklanan. Cult of Mac punya jawabannya. Leander Kahney mewawancarai Ken Segall, sosok yang penting dalam sejarah Apple di tahun ‘90an. Sebagai Creative Director di TBWA\Chiat\Day pada masa itu, dia lah yang meyakinkan Steve Jobs bahwa nama iMac adalah nama yang tepat untuk produk barunya saat itu dan dia lah yang menyelamatkan Apple dengan kampanye iklan Think Different.
Di tahun 1997, Apple baru saja menuntaskan pembelian NeXT, perusahaan milik Steve Jobs yang didirikannya setelah keluar dari Apple di tahun 1985. Namun dengan pembelian tersebut, Apple masih memiliki permasalahan yang sangat besar yaitu potensi kebangkrutan dalam enam bulan. Steve Jobs yang diangkat sebagai konsultan pada saat itu langsung sibuk berusaha menyelamatkan perusahaan pertamanya.
Kampanye Think Different menjiwai hal yang dijunjung tinggi Apple sebagai perusahaan yang berbeda dengan perusahaan komputer lainnya. Dengan mengangkat tokoh-tokoh historis, Think Different mengembalikan semangat yang dimiliki Apple dan penggunanya.
iMac adalah satu dari lima nama yang ditawarkan oleh Segall kepada Steve Jobs. Empat nama lain dijadikan tumbal agar Jobs mau menerima iMac sebagai nama pilihan, namun iMac pun ditolak dua kali. Menurut Segall, Jobs tidak pernah secara formal menerima nama iMac namun tiba-tiba nama tersebut muncul di komputer bundar berwarna biru pada bulan Mei 1998.

sumber: megindo

Sunday, March 20, 2016

Renungan Pagi: "Menggunakan Hukum Islam dalam Memeutuskan Perkara"

Subuh ini, saya dan adik melakukan sholat shubuh berjamaah di Mejid Nurul Jannah Pekanbaru. Saya mendengar sebuah ayat yang dilontarkan oleh penceramah ketika itu yang sangat menarik perhatian saya. Beliau mengungkapkan salah satu surat dalam Al-qur'an yaitu Al-Maidah ayat 44.

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Artinya:
Barang siapa yang tidak menghakimi perkara dengan jalan selain hukum Islam, maka mereka adalah golongan orang-orang kafir. (QS. Al-Maidah 44)

Ayat ini memotifasi umat Islam untuk menggunakan hukum Islam. Tentu saja dalam memahami ayat ini, kita harus mempelajari terlebih dahulu apa konteks atau asbabunuzul dari pada ayat ini dan kenapa  ayat ini diturunkan. Dan juga yang jadi pertanyaan adalah, apa esensi dari ayat ini.

Sejujurnya penulis sendiri bingung dengan ayat ini, perlu kajian yang lebih mendalam dalam mamehami ayat seperti ini. Ilmu penulis masih jauh dari cukup untuk mengetahui apa makna dan maksud dari sebalik ayat ini.

Pandangan Penulis tentang ayat ini.
Dalam menjalankan hukum Islam, rasulullah memakai cara "siasah assar'iyyah" yang mana maknanya adalah strategi atau siasat dalam menjalanjan hukum Islam. Ini menjadi penting karena dalam mengimplementasikan suatu hukum tentu saja sulit bagi masyarakat untuk menerima pengimplementasian hukum secara mendadak. Makanya dalam beberapa hal Rasulullah menerapkan suatu hukum dengan perlahan dan menggunakan siasat atau strategi tertentu. Mungkin saja ini adalah salah satu cara Al-qur'an mendakwahkan hukum Islam, dengan menggunakan strategi tertentu, Wallahu'a'lam.

Salah satu contohnya siasah assar'iyyah untuk menerapkan hukum Islam adalah dalam hukum khomar. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa khamar atau minuman keras adalah sesuatu yang haram, tapi dalam perjalanan status khamar menjadi haram tidaklah ditetapkan secara langsung. Ada beberapa tahap yang dilalui.

Dalam tahap pertama, di ayat QS. An-Nahl 67, 


وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالأعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةًلِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ﴿٦٧﴾

Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan” (QS. An-Nahl 67)

Pendekatan pertama yang Allah gunakan adalah pendekatan akal. Logika berperan dalam hal ini. Ayat ini berfungsi agar umat islam memikirkan lebih jauh apa kandungan dari khamar.

Dalam tahap kedua, di ayat QS. Al-Baqarah 219,


يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْنَفْعِهِمَا﴿۲۱۹﴾
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya...”. (QS. Al-Baqarah 219)

Allah menekankan bahwa dibandingkan manfaat yang bisa diambil dari pada khamar, mudhorat atau kerugian yang ditimbulkan oleh khamar, lebih besar dari pada manfaat yang bisa diambil dari minuman yang memabukkan tersebut.

Dalam tahap ketiga, di ayat QS.An-Nisa 43

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَقْرَبُوا الصَّلاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَاتَقُولُونَ﴿۶۳﴾
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan...” (QS.An-Nisa 43)


Ayat ini dilatarbelakangi oleh sebuah kejadian yang terjadi pada zaman Rasulullah ketika Ali radhi Allahu 'Anhu memimpin sholat dalam keadaan mabuk. Sehingga turunlah ayat ini kepada Rasulullah untuk membatasi khamar bagi yang melaksanakan sholat.

Dalam tahap keempat, di ayat QS.Al-Maidah 90-91

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِالشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴿۹۰﴾ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُالْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْأَنْتُمْ مُنْتَهُونَ﴿۹۱﴾

“(90)Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (91) Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (QS.Al-Maidah 90-91)

Allah dengan sangat jelas menyatakan bahwa khamar adalah perbuatan terlarang sebagaimana terlarangnya menyembah berhala. Dengan ini jelaslah bagaimana status keharaman khamar dalam Islam sehingga hukum ini bisa ditegakkan. Inilah strategi yang digunakan dengan cara perlahan tapi pasti dan terarah.

Begitu juga kaitannya dengan ayat QS. Al-Maidah 44, sulit bagi kita untuk mengambil kesimpulan hanya berdasarkan satu ayat. Sejujurnya bagi penulis sendiri masih belum mengerti apa maksud ayat tersebut dengan rinci, karena ada 3 ayat yang bermakna hampir sama. Hanya saja ayat yang lain memiliki konteks yang belum penulis pahami.

1. Orang yang tidak menggunakan hukum Allah adalah orang kafir QS. Al-Maidah : 44

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ 

2. Orang yang tidak menggunakan hukum Allah adalah orang yang zolim QS. Al-Maidah : 45

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

3. orang yang tidak menggunakan hukum Allah adalah orang fasik QS. Al-Maidah : 47

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Mari kita lebih mempelajari Alqur'an agar kita senantiasa mendapat hidayah dan rahmat dari Allah. Tulisan ini insya Allah akan penulis update, jika sudah menemukan jawaban yang memuaskan. Silahkan berikan saran atau komentar jika ada kesalahan dalam tulisan saya.

Your Comment (Facebook or Yahoo)