Allah + You = Enough

Allah + You = Enough

Tuesday, February 28, 2017

Cara Menenangkan Hati dalam Islam

Hi guys..... :)
Assalamu'alaikum

Udah lama banget nih ga ada posting apa apa di Blog ini. Kali ini aku mau bercerita tentang bagaimana caranya menenangkan hati ketika hati sedang gundah gulana, kebetulan sekarang lagi galau berat. Tapi ada baiknya rasa galau ini. Kita bisa belajar untuk mendekatkan diri dengan pencipta, karena semua solusi hanya ada pada-Nya. Galau juga merupakan hal yang bagus, karena kita ga akan tau rasanya galau sebelum kita mencoba. Kita ga akan tau seberapa pedihnya keadaan jika kita tidak merasakan keadaan tersebut, sehingga kita akan lebih menghargai setiap hal yang ada disekeliling kita. Semoga kita semua selalu mengambil sisi positif dari setiap keadaan yang ada. Seburuk apapun kejadian yang menimpa kita. Pasti ada pelajaran yang bisa kita kita ambil hikmahnya.

Lanjut,

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kegalauan yang ada. Tapi, saya tetap menekankan bahwa cara menenangkan hati secara islami adalah cara yang terbaik yaitu dengan mengingat Allah atau berzikir. Memang teori tidak semudah pelaksanaannya. Bagi saya pribadi, jujur ini hal yang "challenging" karena harus berusaha mengingat pencipta ketika hati sedang gundah gulana. Bagi saya, kenapa hal ini menjadi "challenging", krena sering kali kita hanya mengingat Tuhan ketika kita sedang membutuhkan Tuhan, ketika kita berbahagia, kita seakan lupa dengan Tuhan. Kadang ini juga merupakan hal-hal yang Tuhan ciptakan agar kita dekat dengannya.

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". (Ar-Ra'du : 28).

Dalam ayat tersbebut jelas bahwa orang yang beriman akan tentram hatinya ketika mengingat Allah. Pertanyaannya adalah

"Apakah kita beriman?" atau 
"Apakah kita percaya akan Allah?" 
"Apaka kita percaya Allah maha melihat?"
"Apakah kita percaya Allah maha mengetahui?"
"Apakah kita percaya Allah melihat segala tingkah laku kita ketika melakukan maksiat?"

Pertanyaan-pertanyaan diatas harus kita jawab terlebih dahulu sebelum kita ingin menenangkan hati. Alangkah baiknya sholat kita diperbaiki, zakat kita diperbaiki, tingkahlaku kita diperbaiki agar hati benar-benar menjadi tenang.

Disini saya bukan menggurui, karena juga saya tidak lebih baik dari pembaca. Saya hanya berdakwah atau lebih tepatnya, saling memberi tahu tentang kebenaran karena menurut saya, esensi dari dakwah, bukanlah memberikan pengetahuan yang baru tentang agama, tetapi mengingatkan ketika orang lain dalam kesulitan. Dalam surat Al-Ashr ayat 1 - 3. Dalam surat tersebut, jelas disebutkan bahwa banyak manusia dalam kerugian, kecuali orang yang saling mengingatkan tetang kebenaran dan kesabaran. Semoga, tulisan ini bisa mengingatkan saya dan pembaca sekalian tentang kebenaran.

Jika postingan lain memberikan banyak tips untuk menenangkan hati, saya sengaja hanya memberikan satu ayat ini, karena ayat ini cukup sulit untuk dipraktekkan oleh kebanyakan dari kita. Karena tujuan dari pada pelajaran dan pemberitahuan adalah untuk dipraktekkan. Saya harap, pembaca dan penulis bisa menjadi lebih baik lagi dan mempraktekkan ayat-ayat yang ada, walaupun cuma sedikit.

Terima kasih sudah membaca.
Jangan lupa untuk berkomentar.

Sunday, July 10, 2016

Voluntary Activity at English Zone Pekanbaru

I joined English Zone in 2011. It was initiated when my friends asked me to take part in English Debate Competition at Islamic University of Riau. Since then I was really active involving in any activities held by English Zone. Things that I love was there are always many foreigners, so I can practice English with them. Beside it develop my speaking skill, it also trained my confidence to communicate in English.

In 2012, I was asked to teach English for beginner level students at English Zone where many people come to learn. As I knew, it was the first beginner level class held at English Zone. The materials were quite monotoneous at the first time because we have to teach student based on materials given.

This voluntary activity have trained me to better in teaching English. I was really nervous at the first time because I have to teach the level of college students. I was really sweaty at that time. It was sometime quite hard to control my edginess where many people were staring at me waiting for what I am going to do. As time is changing, I got used to it. Now I can do it easily using interesting topic that people are talking about. This situation reminded me of the friend of mine saying that the fastest way for you to learn is by teaching. It is proven right that by teaching, it makes us learn fast before we are going to deliver the subject to our friends or students.

I have been done many discussions and beginner level classes so far. Those experiences are things that increase and develop my skills in term of knowledge and confidence. Thank you for all of my friends who are being my experiment voluntarily. Thank you for all of foreigners who help us in English Zone. I cannot mention them one by one, but they are really helpful and friendly. They changed my view of who they are.







Tuesday, March 29, 2016

Asal mula nama iMac dan kampanye Think Different


Pernahkah Anda bertanya-tanya siapa yang memberikan nama iMac kepada komputer keluaran Apple tersebut? Atau siapa yang menciptakan kampanye Think Different yang populer di akhir tahun ‘90an? Tahukah Anda bahwa keduanya dicetuskan oleh orang yang sama? Apple memang telah lama menggunakan TBWA\Chiat\Day sebagai agensi pilihan Apple, namun selain dari Lee Clow yang merupakan pimpinan perusahaan, jarang ada nama yang mencuat dari agensi tersebut di luar dunia periklanan. Cult of Mac punya jawabannya. Leander Kahney mewawancarai Ken Segall, sosok yang penting dalam sejarah Apple di tahun ‘90an. Sebagai Creative Director di TBWA\Chiat\Day pada masa itu, dia lah yang meyakinkan Steve Jobs bahwa nama iMac adalah nama yang tepat untuk produk barunya saat itu dan dia lah yang menyelamatkan Apple dengan kampanye iklan Think Different.
Di tahun 1997, Apple baru saja menuntaskan pembelian NeXT, perusahaan milik Steve Jobs yang didirikannya setelah keluar dari Apple di tahun 1985. Namun dengan pembelian tersebut, Apple masih memiliki permasalahan yang sangat besar yaitu potensi kebangkrutan dalam enam bulan. Steve Jobs yang diangkat sebagai konsultan pada saat itu langsung sibuk berusaha menyelamatkan perusahaan pertamanya.
Kampanye Think Different menjiwai hal yang dijunjung tinggi Apple sebagai perusahaan yang berbeda dengan perusahaan komputer lainnya. Dengan mengangkat tokoh-tokoh historis, Think Different mengembalikan semangat yang dimiliki Apple dan penggunanya.
iMac adalah satu dari lima nama yang ditawarkan oleh Segall kepada Steve Jobs. Empat nama lain dijadikan tumbal agar Jobs mau menerima iMac sebagai nama pilihan, namun iMac pun ditolak dua kali. Menurut Segall, Jobs tidak pernah secara formal menerima nama iMac namun tiba-tiba nama tersebut muncul di komputer bundar berwarna biru pada bulan Mei 1998.

sumber: megindo

Your Comment (Facebook or Yahoo)